(Tulisan ini dipersembahkan untuk ananda Bima Anggara yang menjadi inspirasiku dalam hidup dan berkarya. Jangan pernah berkata kalah pada kekalahan, Nak. Terkadang kita membutuhkan kekalahan sebagai vitamin dalam hidup, untuk menyadarkan kita akan banyaknya anugerah dan potensi yang belum kita gunakan. God bless you, Son!) Di sebuah desa di Jawa Barat yang sangat indah, seorang gadis cilik bernama Oneng hidup bersama ibunya bernama Nyai Euis, yang bekerja sebagai tukang masak yang terkenal. Masakan Nyai Euis terkenal sangat lezat, dan Oneng sangat suka makan masakan itu. Tidak heran jika Oneng bertubuh gemuk. Tapi walaupun gemuk, gerak Oneng sangat lincah, Ia tidak bisa duduk diam. Oneng sangat suka bermain. Hanya saja Oneng tidak suka bermain dengan anak-anak perempuan, karena Oneng tidak suka permainan anak-anak perempuan seperti congklak atau bermain boneka rumput kesukaan anak-anak perempuan di desanya. Anak-anak perempuan lain juga suka bermain menata rambut mereka, mengepang ramb...