Posts

Showing posts from December, 2009

UNTUMU

Anda orang Jawa? Kalo orang Jawa pasti tau arti "untumu". Yup, "untumu" artinya adalah "gigimu". Kata "untu" dalam bahasa Jawa berarti "gigi", sedangkan kata "mu" sama artinya dalam bahasa Indonesia yaitu kependekan dari "kamu". Sudah pernah ke Semarang? Apa yang dikenal dari Semarang? Ada lumpia Semarang, ada Lawang Sewu yang penuh hantu dan ada Tugu Muda sebagai salah satu icon Semarang. Kita jalan-jalan ke sana yuk! Suatu sore dibawah meredupnya matahari yang biasanya menyengat di kota Semarang, di sekitar bundaran Tugu Muda, seorang anak mahasiswa dengan asyiknya melenggang menerobos lampu merah. Pritttttt!!!!!! Suara peluit pak polisi pun menggema menerobos telingan sang mahasiswa. "Waduh, sial aku!", begitu desah si mahasiswa. Roda pun berderit menggesek aspal mengikuti tarikan rem sang motor. Plak! Tangan polisi pun dengan indahnya mendarat di kepala sang mahasiswa yang masih terbungkus helm. Polisi ...

Read it first for "Kuliner" label

Semua kuliner yang ditulis disini sudah pernah kami coba, bukan cuma nyuplik data dari blog lain. Untuk foto ada yang kami ambil dari blog atau web lain, karena belum tentu kami bisa motret waktu makan. Semua ulasan kami akhiri dengan penilain kami, yang tentunya sifatnya relatif ya. Orang lain boleh punya pendapat beda. Ini kan negara merdeka toh? Enjoy it and don't forget to try it!

Nggak direkomendasiin?

Ada sih resto atau tempat makan yang nggak kami rekomendasikan. But I think I must be careful to write about negative recommendation or a kind of its in this blog. He..he..I don't want to be the next Prita. So, I only write about recommended restaurants. Enjoy it.

Ke "Bale Raos"? Harus itu!

Image
Yogya, Never Ending Asia. I believe it. I lived at that city as a student for almost 5 years, I fall in love to that city. Then I fall in love to one handsome guy from Yogya (so what?). Hmmm, I still love that city until now. There are never ending stories about the magic of this city. I love Bali too, they have the same unique tradition, but Yogya is different. For me as a Javaness Yogya is better than Bali from the food and beverages aspect. Yogya coulinary is richer and more delicious than Bali. Talking about tradition and coulinary, I must share about this special resto, "Bale Raos". The tradition centre of Yogya is The Sultan Royal Palace (Kraton Yogya). We can't only find gamelan music or Javanesse traditional dance at Kraton Yogya, but we also can taste the colourfull taste of the Kraton Yogya foods. There is a restaurant named "Bale Raos" inside of the Kraton Yogya. The management used one of joglo (traditional Javaness house) as the resto. It's very...

Preambule for "Wisata" label

Semua tulisan di blog ini tentang wisata, jalan2 or what ever the name, kami tulis berdasarkan pengalaman langsung. Mungkin ada sedikit tulisan yang dicuplik untuk melengkapi tulisan2 ini, tapi so pasti kami tulis sumbernya. Ada sebagian yang kami tuliskan rekomendasi kami, berdasarkan penilaian pribadi, yang sudah pasti sifatnya relatif, karena kita bukan robot yang dicetak sama persis oleh Allah kan? Banyak yang mo ditulis, tapi tangan cuma 2, waktu cuma 24 jam @ hari, kerjaan numpuuuuk, ngurusin 2 teroris yang hyper active juga nggak ada abisnya. Di kepala sudah menari2 mo nulis Sabang, Tarakan, Madinah.....entah kapan.... For me writing this blog is not an obligation, it's a passion. So I don't like to be pushed to write. Enjoy aja lah.

Duta Garden yang memang garden.

Image
Hotel ini patut aku ulas. Murah dan cukup nyaman. Bisa jadi salah satu alternatif tempat tidur yang mau liburan ke Yogya. Terakhir kami menidurkan diri di hotel kecil inidi akhir 2009. Harga 400rb, kayaknya karena lagi high season. Not bad lah. Kecil tapi cukup nyaman, dan yang jelas hijauuuuu banget. Liat aja gambarnya: Hijau memang jadi andalan hotel ini. Tamunya cukup banyak turis asing, tapi tamu lokal pun cukup banyak. Panasnya udara Yogya, yang kadang ngalahin panasnya Semarang atau Jakarta (menurutku loh) seakan mak nyus ilang begitu masuk hotel mungil ini. Ditambah lagi memang ada kolam renang (yang juga mungil) nambah nuansa oase. Uh serasa deh. Lokasinya juga cukup strategis, di daerah sekitar Prawirotaman. Persisnya di Timuran MG.III/103 Yogyakarta 55153, Phone: +62 274 373482, +62 274 388378. Untuk webnya klik http://www.dutagardenhotel.com/ Lokasinya cukup tenang karena nggakdi pinggir jalan besar, agak masuk ke dalam (+/- 100 meter). Menguntungkan karena nggak kena ributn...

Bajing Lumpat di Tembi

Image
Ada bajing melompat? Ya iyalah, namanya juga bajing. Tau bajing kan? Emmm, tupai! So cute. Denger kata tupai konotasiku langsung melayang ke 2 ekor tupai di fim kartun Disney atau Alvin & the Chipmunks. So cute, kan? Ngebayangin nggak kalo tupainya dijadiin tongseng atau dioseng2? Heeek....! Kasian dong! Ih, kejem! Entah komentar apa lagi yang keluar. Tapi itu kenyataan yang bisa didapat di Tembi, sebuah desa di Bantul, Yogyakarta. Dan kenyataannya tongsengnya memang mak nyus..... Dulu rasanya Tembi cuma nama desa. Belakangan ISI (Institut Seni Indonesia) ada di Bantul, dekat Tembi, yang mau tidak mau membuat daerah sekitar ikut bergerak mengikuti geliat ISI. Ada Pasar Seni Gabusan dekat Tembi juga. Beberapa tempat sejenis resort muncul. Ada D'Omah dan mungkin ada yang lainnya lagi. Tapi di mata kami "Tembi House of Culture" / "Tembi Rumah Budaya" tampil beda. Ini salah satu icon budaya yang 'diletakkan' di Bantul. Ada bale rupa, bale karya, bale ina...

SUMPAH MATI, I HATE SMOKERS

Image
Kebal kebul Gombal gambul Amburadul Kepalamu gundul Shit! F you! Kick ur butt! I hate you! Asap mengepul Akal menumpul Setan merangkul Amarah mengumpul Asu! Jancuk! Monyet lu! Gampaaaaar! Sampai titik darah penghabisan kutahbiskan amarahku padamu rokok dan sang pengisap! (16 Desember 2009, 19.42, Park Lane Hotel)

So, do you love ur job?

Again. Sleeping at the office. Working late again. Until subuh. Again? Do you love ur job so much? Nope! But you sleep at the office! Yup! So, do you like ur job? Nope! But you sleep at the office! Yes! It doesn't mean you like ur job? Argggghhhhh!!! Shut up! I love my job! So what?! But I don't like to sleep at the office! I miss my bed! I like to work until morning! But I don't like they played Rhoma Irama at nights! Sucks! (Pancoran, 16 Desember 2009, 05.05)

My Living Dictionary

Wajah demi wajah berlalu Cerita demi cerita mendengung di telingaku Tawa demi tawa menderai di hadapanku Tangis demi tangis terisak di tatapanku Excited Haru Boring Ndomblong Hari ke hari Minggu ke minggu Bulan ke bulan Tahun ke tahun Wajah demi wajah berlalu Tatapan demi tatapan menusukku Decak demi decak mengagumkanku Desah demi desah memilukanku Interested Gile bener Exhausted Cape deh They are my living dictionary They will come every time They are my living dictionary They will teach me every time (16 Desember 2009, 18.15, Park Lane Hotel)

Jam dari talenan?

Image
Ini bukan karena aku kurang kerjaan, justru karena loading lagi gila, aku sering stres dan nyalurinnya lewat nyalurin kecenderungan 'flight of ideas-ku'. Biarin yang penting nggak schizopren. Boring. Jreng, jreng...begitu kata itu muncul di kepalaku, otakku langsung terbang ke hal lain. Apa ya yang bisa diotak-atik? Dinding ruang kerja yang cuma 3x3 itu kupelototin. Uh, udah penuh dengan lukisan, pin, pernak-pernik. Apa lagi ya yang bisa kubuat aneh gitu? Suara air mancur di kamar kerja (yang sengaja dikerasin supaya serasa ada di pinggir sungai) bikin ideku terus bergerak. Aha! Ternyata aku nggak punya jam dinding! Dasarnya aku nggak suka jam dinding, karena aku suka jam mungil pake per yang kudapet di Ace Hardware. Udah lama sebenarnya pengen bikin jam dinding dari kayu, cuma belum nemu aja tuh kayu. Kadang kalo lagi bengong di dalam mobil yang lagi jalan dan di pinggir jalan ada bapak2 yang lagi nebang pohon, mataku suka jelalatan ngeliatin kayu2 yang berserakan. Hmmm ada ng...

MIMPIKAH?

Mengapa jalan itu harus bercabang Ego mimpikan jalan tak mendua Kutersentak mengingat mimpiku Mimpi akan cumbumu yang hilang Mimpi akan birahimu yang lenyap Mimpi? Yah, memang semua itu mimpi bagiku Kumerintih mengingat mimpimu Mimpi akan belaianku yang fana Mimpi akan birahiku yang pergi Mimpi? Yah, memang semua itu mimpi bagimu Jalan bercabang Ku berbelok tak menentu Kau berbelok merimba Tajam berbatu mendarah-darah Tusukan duri yang memerih Jurang terrtawa menganga di depan dua jalan itu Mengapa kita terbius? Mengapa kita terlena? Mimpikah itu? Mampukah kita membelokkan jalan itu kembali? Peluh terbayang mengucur Emosi terbayang terkuras Waktu terbayang tak ada habisnya Ah, tapi kuingin jalan itu kembali menyatu Mimpikah aku, sayang? (8 Juli 2007)

MENATAP KE BELAKANG

Jangan! Kataku, jangan! Tapi magnet itu begitu kuat Aku pun terpana Menatap ke belakang Gelap Perih Pilu Marah Masa yang kelam Makanya, jangan! Aku merintih Menatap ke belakang Begitu banyak waktu terbuang Begitu banyak cinta hilang Begitu banyak birahi membara Begitu banyak setan bergentayangan Jangan! Itu teriakku Tapi semua membisu Tak ada yang mendengarku Aku berlari Terjatuh Jurang begitu dalam Gelaaaaapppp Mengapa? Perih Perih Perih Limbung Tak tentu arah Kemana aku akan pergi? Bisakah? (8 Juli 2007)

RAMA SHINTA, I WILL KICK YOUR BUTT

Peluh memenuhi sekujur tubuh wanita itu, seorang Ibu yang sedang berjuang melahirkan bayinya. Rasa sakit yang amat sangat menyiksa sekujur tubuhnya. Beban berat yang dibawanya sejak 9 bulan terakhir benar-benar merupakan siksaan baginya. Sekarang tiba saatnya mengeluarkan sang jabang bayi yang indekos gratis diperutnya! “Oek, oek..!” tangis bayi itu pun meluruhkan semua tenaga yang sudah dipompanya dalam waktu 30 menit terakhir. Alhamdulilah. Ups. Sang ibu terkesima di antara pandangannya yang masih abu-abu karena kehabisan tenaga. Lah, kok pantatnya besar sekali. Masya Allah, bayi itu tidak pantas disebut jabang bayi yang mungil, kata suster beratnya 4 kg! Pantat semok sang bayi yang sedang dipegang oleh suster menari-nari di depan mata sang Ibu. “Aku salah lihat apa ya?” sang ibu berkata dalam hati sambil mengistirahatkan badannya yang lemah kehabisan tenaga. Dikedipkannya matanya berulang kali, sesaat tampak 2 orang suster itu sedang bercanda dengan bayinya. “Emang bayi baru lahir s...